Kesetaraan Gender Bukan Berarti Melupakan Etika dan Norma
Kesetaraan gender sering kali dipahami sebagai upaya untuk menyamakan posisi laki-laki dan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam semangatnya, kesetaraan ini lahir dari kebutuhan akan keadilan—bahwa setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan yang sama tanpa dibatasi oleh jenis kelamin. Namun, dalam praktiknya, pemahaman ini tidak jarang bergeser menjadi kebebasan tanpa batas, seolah-olah kesetaraan berarti menanggalkan seluruh aturan, termasuk etika dan norma yang telah lama menjadi fondasi kehidupan sosial. Padahal, kesetaraan gender bukanlah upaya untuk menghapus nilai-nilai yang menjaga harmoni masyarakat. Kesetaraan justru harus berdiri di atas landasan etika dan norma, agar tidak kehilangan arah. Tanpa etika, kesetaraan bisa berubah menjadi sikap individualistik yang mengabaikan tanggung jawab sosial. Tanpa norma, kebebasan yang diperjuangkan justru berpotensi menimbulkan konflik dan ketidakseimbangan baru. Etika berfungsi sebagai kompas moral yang membimbing manusi...