Postingan

Yang Tidak Tertulis di Lembar Nilai

  Kadang aku berpikir, barangkali kita terlalu tergesa-gesa menilai seorang anak hanya dari angka-angka yang tertulis di selembar kertas. Delapan puluh. Sembilan puluh. Seratus. Kita merasa telah mengetahui siapa mereka hanya dengan melihat angka-angka itu. Seolah-olah angka mampu bercerita tentang seluruh hidup seseorang. Seolah-olah nilai ujian dapat menjelaskan seberapa keras seorang anak berjuang, seberapa banyak air mata yang ia sembunyikan, atau seberapa besar keberanian yang ia miliki untuk tetap datang ke sekolah ketika hidup di rumahnya tidak sedang baik-baik saja. Padahal, setiap anak datang ke kelas membawa dunia yang berbeda. Ada anak yang sejak kecil dibiasakan membaca buku. Ada yang bahkan harus berbagi waktu antara belajar dan membantu orang tuanya bekerja. Ada yang mudah memahami pelajaran hanya dengan sekali penjelasan. Ada pula yang harus mendengar penjelasan yang sama berkali-kali sebelum akhirnya menemukan cahaya kecil di kepalanya. Ada anak yang pandai ber...

Guru di Dua Era: 70-an dan 2026

Dulu, guru tahun 70-an mengajar dengan fasilitas yang sederhana. Kapur tulis, papan hitam, buku yang terbatas, bahkan perjalanan ke sekolah pun sering kali tidak mudah. Namun, di balik segala kekurangan itu, ada satu hal yang sulit dibantah: kewibawaan guru lahir dari keteladanan. Murid menghormati bukan karena takut pada aturan, melainkan karena melihat sosok yang hidupnya selaras dengan apa yang diajarkan. Hari ini, tahun 2026, keadaan berubah. Guru memiliki internet, kecerdasan buatan, proyektor, platform digital, kurikulum yang terus diperbarui, dan akses ilmu yang hampir tak berbatas. Ironisnya, semakin banyak alat, semakin sedikit waktu untuk benar-benar mendidik. Guru sibuk mengunggah data, mengisi aplikasi, mengejar administrasi, hingga terkadang lupa bahwa inti pendidikan bukanlah dokumen, melainkan manusia. Dulu, guru berlomba menjadi teladan. Hari ini, sebagian guru justru lebih sibuk membangun citra. Kelas kadang berubah menjadi panggung konten, sementara ruang dialog den...

Surat untuk Tuhanku

Karya: Miftaqhul Dedy Melandy Tuhan, Barangkali ribuan doaku tak pernah terlambat sampai kepada-Mu. Barangkali yang terlambat hanyalah aku, memahami cara-Mu menjawab. Maka surat ini kutulis. Bukan agar Engkau membaca, melainkan agar aku berani membaca diriku sendiri. Dalam perjalanan pulang dari pengabdian ini, ada satu hal yang paling kutakutkan. Bukan neraka. Aku takut menjadi manusia yang membuat Adam dan Siti Hawa bersedih. Sebab aku lahir dari cinta yang Kau titipkan kepada keduanya, tetapi sering kali hidup dengan kesombongan yang kubangun sendiri. Orang berkata putus cinta adalah luka terdalam. Bagiku, yang lebih menyakitkan adalah ketika hati tak lagi mengenali Tuhannya, dan seorang manusia merasa asing terhadap dirinya sendiri. Hari raya Jum’at ini izinkan aku mengajukan protes kecil. Hari ini aku tidak membawa kerinduan, tidak pula membawa doa-doa yang panjang. Aku hanya membawa diam. Sebab barangkali Engkau tidak sedang menunggu banyaknya doaku. Engkau hanya menu...

ANALISA KEBIJAKAN KAMPUS

Membangun Kepekaan Kritis Mahasiswa dalam Mengawal Kebijakan Kampus Pendahuluan Kampus merupakan ruang akademik yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai tempat pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Dalam menjalankan aktivitasnya, kampus menghasilkan berbagai kebijakan yang mengatur kehidupan akademik maupun non-akademik. Kebijakan tersebut dapat berupa aturan akademik, sistem pembayaran pendidikan, tata tertib mahasiswa, hingga pengelolaan organisasi kemahasiswaan. Sebagai bagian dari civitas akademika, mahasiswa perlu memahami bahwa kebijakan kampus bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan juga dapat dikaji, dianalisis, dan diberikan masukan secara konstruktif. Oleh karena itu, kemampuan melakukan analisa kebijakan menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki mahasiswa. Analisa kebijakan kampus adalah proses memahami, mengkaji, menilai, serta memberikan rekomendasi terhadap suatu kebijakan y...