Negeri Lullaby
Di sebuah dunia dalam anime yang langitnya selalu berwarna senja, ada satu negara bernama Lullaby. Negeri ini indah sekali—rumah-rumahnya rapi, jalanannya bersih, dan setiap pagi terdengar lagu lembut dari pengeras suara di langit. Aku, Aru, seorang anak berumur 12 tahun, sering duduk di jendela sambil mendengarkan lagu itu. Katanya, lagu itu membuat hati tenang. Tapi entah kenapa… aku justru merasa seperti sedang dilupakan. Setiap pagi, kami mendapat makanan bergizi gratis. Nasi hangat, telur, sayur, bahkan susu. Guru-guru bilang, “Ini hadiah dari Presiden kita. Beliau sangat mencintai rakyatnya.” Aku mengangguk. Semua anak mengangguk. Tapi aku pernah melihat ibu diam lama sebelum makan. Seperti ingin mengatakan sesuatu, tapi tidak jadi. Di desa kami juga ada Koperasi Desa. Tempat orang-orang mengambil kebutuhan sehari-hari. Semua terasa mudah. Tidak perlu khawatir. Tidak perlu bertanya terlalu banyak. Ayahku pernah bilang pelan, “Kalau semua terlalu mudah… biasanya ada yang disembuny...