Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Surat untuk Tuhanku

Karya: Miftaqhul Dedy Melandy Tuhan, Barangkali ribuan doaku tak pernah terlambat sampai kepada-Mu. Barangkali yang terlambat hanyalah aku, memahami cara-Mu menjawab. Maka surat ini kutulis. Bukan agar Engkau membaca, melainkan agar aku berani membaca diriku sendiri. Dalam perjalanan pulang dari pengabdian ini, ada satu hal yang paling kutakutkan. Bukan neraka. Aku takut menjadi manusia yang membuat Adam dan Siti Hawa bersedih. Sebab aku lahir dari cinta yang Kau titipkan kepada keduanya, tetapi sering kali hidup dengan kesombongan yang kubangun sendiri. Orang berkata putus cinta adalah luka terdalam. Bagiku, yang lebih menyakitkan adalah ketika hati tak lagi mengenali Tuhannya, dan seorang manusia merasa asing terhadap dirinya sendiri. Hari raya Jum’at ini izinkan aku mengajukan protes kecil. Hari ini aku tidak membawa kerinduan, tidak pula membawa doa-doa yang panjang. Aku hanya membawa diam. Sebab barangkali Engkau tidak sedang menunggu banyaknya doaku. Engkau hanya menu...